Kebenaran perhitungan struktur

“Dalam Teknik Sipil, jika struktur tidak runtuh belum tentu hitungan benar. Jika runtuh pasti hitungan tidak benar, baik terkena gempa atau tidak”

Bambang Dewasa, Ahli konstruksi Indonesia 

Advertisements

Apakah nilai f’c pada perhitungan struktur beton bertulang apakah sama dengan nilai f’c dalam RKS ?

Untuk menentukan besaran f’c jangan terlalu tinggi, harus di bawah kemampuan kontraktor. Jadi dalam rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) ditetapkan f’c=25 MPa maka dalam perhitungan struktur beton bertulang harus diambil f’c=(25-8) MPa atau 17 MPa karena mengambil batas bawah, dimana bila belum ada data nilai 1,64 standar deviasi dapat diambil 8 MPa (SNI Beton 2002) atau 75 kg/cm2 (PBI 1971).

Diambil dari buku teknologi gempa

Apakah perbedaan mutu beton K dengan f’c dalam RKS?

Dalam SNI Beton 2002, material Beton f’c (Beton dengan sampel silinder), jadi bukan K (sampel kubus) lagi seperti pada PBI 1971. Dalam PBI 1971 sample beton berupa sample kubus ukuran 15x15x15 cm3, bila dikonversikan ke sample silinder 15×30 cm3 maka konversinya f’c=0,83 K.g, nilai K adalah tegangan beton karakteristik pada PBI 1971, sedangkan g adalah gravitasi senilai 0,0981 cm/det2. Misalnya untuk mutu beton K-175 bila disetarakan dengan f’c dalam SNI Beton 2002 menjadi f’c= 0,83. 175.0,0981 = 14 MPa.

Diambil dari buku teknologi gempa.

Manfaatkan SQL untuk Penentuan Tulangan dari Tabel Output Penulangan SAP2000

Jika kita menggunakan kombinasi pembebanan SNI Beton 2002, hasil keluaran kita sajikan dalam bentuk tabel, dapat dipastikan dalam ribuan baris, alias berupa lautan data sehingga untuk melakukan penyaringan (Jawa : mithati, memilih data sesuai dengan kriteria yang telah kita tentukan, misalnya hanya mengambil nilai maksimum dari sejumlah baris data) perlu Anda mempersiapkan pengetahuan masalah SQL (baca : se-kuel atau es-ki-el) yaitu suatu software Manager untuk database (basis data). Sehingga dengan SQL penyaringan hasil keluaran tabel SAP tersebut akan memakan waktu jauh lebih singkat. Perlu diketahui pula hasil keluaran dengan kombinasi pembebanan SNI Beton 2002 dalam 1 elemen ada beberapa kemungkinan, tidak seperti pada PBI 1971 yang maksimal hanya 2 kemungkinan yaitu tulangan akibat gravitasi dan akibat gravitasi plus gempa, dan nilai yang terbesar yang akan kita tetapkan sebagai pilihan untuk desain.  Tetapi dengan peraturan SNI Beton 2002 kombinasi pembebanan juga semakin banyak, sehingga kita lebih sulit dalam menentukan kebutuhan tulangan yang diperlukan. Untuk menentukan nilai yang maksimal sebaiknya akan memanfaatkan Program SQL agar masalah ini dapat di atasi secara cepat dan akurat dalam hitungan detik.

Perlu pula kita perhatikan pada tabel hasil output SAP2000 nilai-nilai ektrem tidak berada dalam 1 baris, hal ini akan sulit dilakukan apabila kita hanya menggunakan program olah angka Excel. Tampak pada gambar nama batang adalah S1830 ini menunjukan Sloof 18×30 atau sebagai Tie Beam jadi diasumsikan sebagai beam. Apabila sebagai kolom maka kebutuhan tulangan ATAS menjadi tulangan total pada kolom tersebut, sedangkan Kebutuhan tulangan BAWAH menjadi Kebutuhan tulangan geser. Sedangkan Kebutuhan tulangan geser juga tetap sebagai tulangan geser pula. Gambar di bawah kita cukup terkonsentrasi pada nilai-nilai yang ekstrim saja, seperti hasil tulangan yang ditampilkan oleh SAP2000 di layar monitor, kita tidak lagi dipusingkan dengan nilai-nilai yang tidak ektrim. Seperti tampak diatas dari tabel asli SAP2000 yang 10 baris menjadi 2 baris saja. Karena tabel dapat diekport ke spreadsheet (misalnya Excel), maka dapat dihitung pula kebutuhan jumlah tulangan dengan diameter yang kita inginkan dan apabila kita cetak ke kertas akan menghemat jumlah halaman kertas.

SAP_Beton-7

Pekerjaan penyaringan ini juga dapat lakukan dengan fasilitas sort dalam EXCEL misalnya, mungkin memerlukan waktu dalam hitungan jam. Tetapi apabila ini Anda lakukan dengan SQL maka dapat dilakukan dalam hitungan detik atau menit, jadi penghematan waktu sangat jauh sekali.

*) Disarikan dari bahan ajar Alm. Bambang Dewasa.