23 Januari 2014 : Belajar dari Peristiwa Longsor Trangkil Gunungpati Semarang (bagian 2)

Hujan Pemicu Longsoran

Hujan pemicu longsoran adalah hujan yang mempunyai curah tertentu dan berlangsung selama periode waktu tertentu, sehingga air yang dicurahkannya dapat meresap ke dalam lereng dan mendorong massa tanah untuk longsor. Berdasarkan Peta Distribusi Sifat Hujan, kota Semarang terjadi peningkatan curah hujan di bulan Januari 2014 dari kondisi normalnya sebesar > 200%. Adapun definisi dari sifat hujan ialah perbandingan antara jumlah curah hujan yang terjadi selama satu bulan / periode dengan nilai rata-ratanya atau normalnya dari bulan / periode tersebut di suatu tempat tertentu.

evash0114evach0114Peta Distribusi Sifat Hujan dan Distribusi Curah Hujan bulan Januari 2014

Menurut Karnawati (2005) secara umum terdapat dua tipe hujan pemicu longsoran di Indonesia, yaitu tipe hujan deras (curah hujan mencapai 70 mm/jam atau > 100 mm/hari) dan tipe hujan normal (< 20 mm/hari) tapi berlangsung lama. Tipe hujan deras hanya efektif memicu longsoran pada lereng-lereng yang tanahnya mudah menyerap air misalnya tanah lempung kepasiran. Sedangkan tipe hujan normal apabila berlangsung selama beberapa minggu dapat efektif memicu longsoran pada lereng yang tersusun oleh tanah yang lebih kedap air misalnya tanah lempung.

Sebenarnya dengan ilmu niteni, masyarakat yang ditinggal di daerah lereng bisa memanfaatkan peta potensi hujan  yang dikeluarkan BMKG melalui twitter @infoBMKG setiap dua jam sekali untuk peringatan dini. Dalam Muntohar (2010), secara umum, ambang hujan dapat didefinisikan sebagai batas kritis jumlah hujan yang turun hingga mencapai tanah.  Hujan kritis adalah hujan yang diukur dari awal kejadian, yaitu pada saat intensitas hujan meningkat sangat drastis, hingga waktu kejadian tanah longsor. Peningkatan intensitas hujan yang sangat tajam ini menyebabkan lonjakan kurva hujan komulatif yang tiba-tiba.

ambangcurahhujanParameter hujan yang digunakan untuk ambang hujan pemicu tanah longsor (Aleotti, 2004 dalam Muntohar, 2010)

22-01-2014 21-00MTSAT – Potensi Hujan Tanggal 22 Januari 2014 Jam 21.00 WIB

22-01-2014 23-00MTSAT – Potensi Hujan Tanggal 22 Januari 2014 Jam 23.00 WIB

23-01-2014 01-00MTSAT – Potensi Hujan Tanggal 23 Januari 2014 Jam 01.00 WIB

23-01-2014 03-00MTSAT – Potensi Hujan Tanggal 23 Januari 2014 Jam 03.00 WIB

23-01-2014 05-00MTSAT – Potensi Hujan Tanggal 23 Januari 2014 Jam 05.00 WIB

23-01-2014 07-00MTSAT – Potensi Hujan Tanggal 23 Januari 2014 Jam 07.00 WIB

23-01-2014 09-00MTSAT – Potensi Hujan Tanggal 23 Januari 2014 Jam 09.00 WIB

23-01-2014 11-00MTSAT – Potensi Hujan Tanggal 23 Januari 2014 Jam 11.00 WIB

Dengan adanya peristiwa kelongsoran yang dipicu hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kota Semarang sejak Rabu (22/1) hingga Kamis (23/1), masyarakat sekitar yang tinggal di daerah rawan longsor sebenarnya sudah bisa niteni jika hal serupa terjadi berarti tempat tinggalnya dalam kondisi siaga longsor.

Berdasarkan data curah hujan harian (mm) bulan Januari 2014 di Kota Semarang yang dilansir oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Semarang, curah hujan pada saat terjadinya longsor termasuk hujan lebat (50-100mm/hari). Namun demikian di bulan Januari 2014, curah hujan pada saat terjadinya longsoran bukanlah yang tertinggi. Pada tanggal 7 Januari 2014 curah hujan mencapai 97 mm/hari. Sehingga dapat dikatakan, kelongsoran tidak hanya dipicu oleh terjadinya hujan deras, namun juga dipengaruhi oleh hujan kumulatif (mm) sebelum kelongsoran terjadi.

curah-hujan

Daftar Pustaka

Karnawati, D., 2005, Bencana Alam Gerakan Massa Tanah di Indonesia dan Upaya Penaggulangannya, Penerbit Jurusan Teknik Geologi FT Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta.

Muntohar,A.S., 2010, Tanah Longsor : Analisis, Prediksi, Mitigasi, Lembaga Pengembangan Pendidikan, Penlitian dan Masyarakat, Univ. Muhammadiyah Yogyakarta.

 —– Disarikan dari Laporan Investigasi Lapangan Gerakan Massa Tanah di Trangkil Gunungpati Semarang pada Tanggal 23 Januari 2014 oleh Laboratorium Mekanika Tanah UNNES Semarang.—-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s