Praktisi Mengajar 2014 : “HOLCIM – Cement Technology and Application”

Pada hari Senin, 8 Desember 2014 ( Pukul 15.00-17.00 WIB) Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang mengundang praktisi dari semen Holcim untuk memberikan kuliah dengan tema ”Cement Technology and Application”. Kegiatan ini di ikuti 50 mahasiswa dari 3 angkatan prodi teknik sipil. Narasumber yang hadir adalah Bapak Mochamad Sofian, S.T, kuliah umum ini diadakan guna memperkenalkan produk semen holcim baik produk yang sudah ada maupun produk baru yang akan di produksi pada tahun 2014 ini.

IMG_0473Narasumber dari semen Holcim, Bapak Mochamad Sofian, S.T

Penyuguhan presentasi oleh narasumber yang menarik membuat kuliah menjadi menyenangkan dan tidak membosankan.

“Banyak orang menganggap semua semen sama, padahal faktanya tiap produk semen memiliki karakteristik yang berbeda. Semen holcim merupakan semen yang memiliki workability yang tinggi, tekstur yang halus, dan pngerjaan yang cepat”.Mochammad Sofian, S.T.

IMG_0509

Kuliah kali ini menjelaskan tentang proses pembuatan semen, secara umum pembuatan semen adalah pencampuran dari batu kapur, tanah liat, pasir silica, dan pasir besi yang dihaluskan lalu dibakar kemudian didinginkan dan ditambah gypsum. Terdapat perbedaan dalam pembuatan semen holcim yaitu pada penambahan bahan lain yang merupakan bahan andalan yang dicampur dalam proses pencampuran bahan-bahan pembuatan semen. Bahan bakar yang digunakan dalam proses pembakaran campuran semen yang telah dihaluskan yaitu dengan menggunakan bahan bakar fosil, sebagai penggantinya Holcim menggunakan bahan-bahan recyle. Sebelum diolah dalam proses pembuatan semen batu kapur dipisahkan terlebih dahulu karena batu kapur masih tercampur dengan material lain, pemisahan menggunakan proses tertentu. Perlu adanya perijinan pada proses pembelian batu kapur sebagai bahan dasar semen, batu kapur tidak diperbolehkan eksplorasi melebihi ketinggian muka air laut. Apabila batu kapur habis maka proses produksi akan terhenti.

Tipe-tipe semen secara umum adalah:

  1. Tipe I (Ordinary Portland Cement ): Semen untuk struktur bangunan umum.
  2. Tipe II (Moderate Sulfat Resistance) : Semen dengan panas hidrasi rendah.
  3. Tipe III (High Early Strength) : Semen portland memerlukan kuat tekan awal yang tinggi.
  4. Tipe V ( Sulfat Resistance ) : Semen yang tahan terhadap sulfat.
  5. PPC (Portland Pozzolan Cement )
  6. PCC ( Portland Composite Cement ): diperuntukan untuk struktur bangunan umum.
  7. OWC ( Oil Well Cement ) : Untuk pengeboran minyak lepas pantai.

Tipe semen apa saja dapat memberikan kuat tekan yang diinginkan namun bergantung pada faktor-faktor lain yaitu bergantung pada campuran yang digunakan pada pembuatan bahan pengujian, misalkan: pasir yang baik tidak mengandung lumpur lebih dari 5%, dan lain sebagai, air tidak boleh mengandung minyak,dan lain sebagainya. Produk Holcim terbaru yang diproduksi pada tahun ini adalah Mortar Utama yaitu teknologi baru produk pencampuran semen pasir. Dalam aplikasinya hanya cukup ditambahkan air.

IMG_0573

IMG_0538

Terimakasih kepada ibu Retna Pratiwie dan bapak Mochamad Sofian atas terselenggaranya kuliah dari Holcim.

roikhatun s1 teknik sipil 2013 | roikhatuni@gmail.com

Mahasiswa S1 Teknik Sipil 2014 studi lapangan di PDAM Tirta Moedal Semarang

Rabu, 26 Oktober 2014 (08.30 – 12.00 WIB) Mahasiswa Baru Program Studi Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang melakukan studi lapangan di Perusahaan Daerah Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang dalam agenda Mata Kuliah Kimia Dasar. Mahasiswa Baru yang didampingi oleh Bapak Arie Taveriyanto S.T,M.T selaku dosen pembimbing dan sekaligus dosen pengajar Mata Kuliah Kimia Dasar mengikuti pemaparan tentang proses pengolahan air sungai menjadi air siap minum yang dipaparkan oleh Ibu Hari Murni sebagai Kepala Sub Pengendalian Mutu PDAM Tirta Moedal Kota Semarang.

IMG_9284

Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang merupakan perusahaan milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang pelayanan masyarakat yang menyediakan air bersih untuk masyarakat Kota Semarang. Mungkin sekilas tidak ada hubungannya dengan kimia dasar namun bila dikaji lebih dalam lagi dari proses pengolahan air minum tersebut banyak sekali menggunakan bahan kimia. Hal tersebut menjadi acuan pada kunjungan lapangan kali ini. Disisi lain pula kita akan mendapat tambahan wawasan tentang tata cara pengolahan air sungai dc Pengadukan Cepat (Koagulasi), Proses Pengadukan Lambat (Flokulasi), Proses Pengendapan, Filtrasi, dan Proses Sterilisasi (desinfeksi). Proses-proses tersebut dijelaskan secara gamblang oleh Ibu Hari Murni selaku narasumber. Antusiasme Mahasiswa Baru Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang mengikuti tersebut memperoleh apresaiasi positif dari Ibu Hari Murni. Beliau mengatakan bahwa walau masih Mahasiswa Baru tetapi bisa secara kritis memahami ataupun menanggapi apa yang dijelaskan oleh beliau. Hal itu terlihat ketika mahasiswa bertanya kepada narasumber.

IMG_9326IMG_9363

Bukan hanya materi/teori yang kita dapatkan, melainkan survei lapangan langsung ke tempat atau bangunan untuk pengolahan air. Mahasiswa Baru diarahkan oleh Ibu Hari Murni untuk melihat secara langsung proses pengolahan air. Dibimbing oleh Ibu Hari Murni dan didampingi oleh Bapak Arie Taveriyanto S.T, M.T Mahasiswa baru berkeliling di bangunan untuk proses pengolahan air tersebut.

Setelah dipandu keliling di bangungan yang digunakan untuk pengolahan air, mahasiswa juga dipandu masuk kedalam laboratorium tempat pengecekan kelayakan air minum yang telah diproses. Laboratorium ini merupakan proses akhir dari serangkaian proses pengolahan air minum sebelum didistribusikan ke pelanggan.

Kegiatan ini ditutup dengan pemberian plakat kenang-kenangan yang diberikan perwakilan Mahasiswa Teknik Sipil UNNES kepada Ibu Hari Murni selaku narasumber sekaligus Kepala Sub. Pengendalian Mutu PDAM Tirta Moedal Kota Semarang. Terimakasih kepada pihak PDAM Tirta Moedal Kota yang telah berkenan meluangkan waktunya untuk menjelaskan bagaimana proses pengolahan air sungai menjadi air siap minum bagi masyarakat Semarang. Terimakasih untuk Bapak Arie Taveriyanto S.T,M.T selaku dosen Pembimbing sekaligus dosen Kimia Dasar dan Mahasiswa Baru Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang yang telah mengikuti kegiatan ini dengan antusias dan semangat, semoga ilmu yang telah didapat dalam studi lapangan bisa bermanfaat.

IMG_9340IMG_9547

nina amalina s1 teknik sipil 2014 | amalinanina04@gmail.com

Kunjungan Mahasiswa Teknik Sipil S1 2013 ke Stasiun Tawang dan Poncol Semarang

Pada hari Senin, tanggal 3 November 2014 (09.00-12.00 WIB) mahasiswa sipil angkatan 2013 rombel 1 melakukan kunjungan ke stasiun Tawang Semarang dan rombel 2 pada hari Senin, tanggal 17 November 2014 (09.00-12.00 WIB) melakukan kunjungan ke stasiun Poncol Semarang dalam rangka pengganti pertemuan mata kuliah Desain Jalan Rel.

Kegiatan ini di ikuti oleh mahasiawa teknik sipil S1 angkatan 2013 yang berjumlah 39 mahasiswa ke Stasiun Tawang dan 35 mahasiswa ke Stasiun Poncol Semarang yang didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah Desain Jalan Rel, M.Faisal Ardiansyah, S.T, M.T serta didampingi oleh ketua DAOP 4 bapak Sodri, yang menjadi pemandu di stasiun Tawang maupun stasiun Poncol Semarang.

1374323_652038514917798_1367113735268665024_nMahasiswa Sipil didampingi oleh M. Faisal Ardiansyah dan bapak Sodri di Stasiun Tawang Semarang.

1957916_1726796270878196_1317334632739918680_oMahasiswa Sipil didampingi oleh M. Faisal Ardiansyah dan bapak Sodri di Stasiun Poncol Semarang.

Kunjungan ini dilakukan guna menambah wawasan mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang dalam hal jalan khususnya di jalan rel. Selain menambah wawasan kunjungan ini dilakukan agar mahasiswa tahu keadaan di lapangan sehingga dapat membandingkan kebenaran antara teori dengan kondisi di lapangan.

Masyarakat Indonesia memang mempunyai pengetahuan yang sangat minim terhadap jalan kereta api, penamaan yang salah pada komponen kereta api sering di ungkapkan dalam sehari-hari. Dengan adanya mata kuliah desain jalan kereta api mahasiswa dapat mengetahui komponen kereta api dengan baik dan benar sehingga diharapkan dapat membenarkan penamaan yang salah kepada masyarakat sekitar.

“Sebagai mahasiswa sipil memang sepantasnya melakukan kunjungan ke stasiun agar mengetahui seluk beluk yang berhubungan dengan kereta api, sebagai bekal di bangku kuliah maupun di masa mendatang apabila bekerja di PT.KAI.” — Bapak Sodri.

IMG_0180 IMG_0196 IMG_0187

Dalam kunjungan ke stasiun ini dijelaskan berbagai hal yang berhubungan dengan jalan rel, mulai dari tipe rel yang digunakan, jenis bantalan, penambat rel, balas atas dan balas bawah, wesel, dan lain sebagainya. Adapun data yang di peroleh dari kunjungan ke stasiun kali ini adalah :

Stasiun Tawang : Menggunakan tipe rel R 54, jenis bantalan menggunakan bantalan beton (masih beroperasi) dan bantalan kayu (tidak beroperasi), penambat rel menggunakan penambat rel tipe KA-Clip dan penambat rel pedrol, balas atas menggunakan kerikil.

Stasiun Poncol : Stasiun Poncol menggunakan tipe rel R 54, R.42. jenis bantalan menggunakan bantalan beton dan bantalan kayu (bantalan kayu digunakan hanya untuk memutar lokomotif saja), penambat rel menggunakan penambat rel pedrol dan tipe KA-Clip, balas atas menggunakan kerikil.

roikhatun s1 teknik sipil 2013 | roikhatuni@gmail.com