Donasi untuk korban bencana longsor Banjarnegara

Penggalangan donasi untuk korban bencana longsor kali ini mengusung tema “We Do Because We Care”. Dengan dasar niat yang tulus membantu masyarakat korban bencana longsor Banjarnegara alhamdulillah kami mendapatkan donasi senilai Rp. 1.770.000,- disela-sela minggu tenang dan deadline tugas kuliah. Donasi tersebut berasal dari donasi dosen, karyawan, serta mahasiswa Teknik Sipil Unnes. Penyaluran donasi tersebut dilakukan pada tanggal 30 Desember 2014, mahasiswa yang ikut dalam penyaluran donasi yaitu Muhammad Hamzah Fansuri (Sipil ’12), Safrudin Khuzaeni Nurohman (Sipil ’12), Kurnia Dwi Anggraini (Sipil ’12), Rizki Julia Rachmawati (Sipil ’12), Yudi Sutanto (Sipil ’13), dan Anientio (Sipil ’13).

IMG_1091E20150105_142456E

Dimulai perjalanan sesuai ekspetasi yaitu 5 jam karena tidak ada macet dan pusat Desa Karangkobar TKP longsor 1 jam melewati gunung dan hutan dengan medan yang curam. Sesampainya di Desa Karangkobar disambut dengan kondisi desa yang telah diluluh lantahkan dengan longsor. Pohon-pohon yang tegak diatas tanah, rumah-rumah yang kuat diatas tanah hanyut dengan sapuan longsor. Kita seharusnya menyadari bahwa alam merupakan ciptaan Tuhan kita sebagai khalifah seharusnya menjaga serta menyeimbangkannya. Diperjalanan kami terheran-heran dengan kondisi alam berubah tidak seperti sebelumnya tetapi, ucapan subhanaalh terucap ketika kami melihat rumah yang bediri kokoh, rumah itu adalah milik ustadzah yang mengajarkan mengaji di Dusun Jemblung.

IMG_1023EIMG_1024E

Kami menuju ke posko pengungsi untuk menyalurkan donasi, sampaiknya di posko kami disambut oleh relawan BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia). Ada tiga badan relawan yang menampung bantuan salah satunya adalah BSMI. Kondisi korban mulai membaik banyak anak-anak yang menggambar sembari bermain dengan kami. Karya anak-anak tersebut ditempel di posko, hal tersebut untuk menghibur anak-anak paska longsor dan mengambalikan psikologi.

IMG_1035EIMG_1046E

Kami diantar oleh Bapak H. Agus Leo relawan dari BSMI untuk melihat kondisi yang sebenarnya dari awal sampai terjadinya longsor. Pertama kami diantar ke kuburan massal korban bencana longsor, setiap kuburan terdapat 3-5 jenazah. Kami singgah untuk berdoa agar arwah-arwahnya diterima di sisiNya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran.  Beliau menuturkan sebenarnya ada empat titik longsor di Desa Sampang dan salah satunya adalah Dusun Jemblung. Sebenarnya yang diperkirakan longsor tidaklah Dusun Jemblung karena ada salah satu dusun yang mengalami retak bagian-bagian tanah. Tetapi, diluar eskpetasi Dusun Jemblung yang longsor terlebih dahulu. Tidak lepas dari itu, dusun-dusun yang lain diharap tetap waspada apabila longsor terjadi secara tiba-tiba.

IMG_1062E

Bapak H. Agus Leo menuturkan bahwa sebelum terjadinya longsor yang besar ini, sudah terlebih dahulu terjadi longsor namun, dalam skala kecil. Tepat di hari jumat petang suara gemuruh terdengar. Dusun Jemblung terombak ambik kemudian longsor menghantam rumah-rumah yang ada di depannya. Semua datar tanpa tersisa. Puing-puing rumah berserakan, dan bangkai kendaraan hanyut di sungai.

Kejadian longsor pada hari Jumat, tanggal 12 Desember 2014 di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah diduga disebabkan oleh hujan tiga hari berturut-turut 10-12 Desember 2014, dengan dua hari terakhir memiliki intensitas sekitar 100 mm per hari. Sedangkan, hujan dengan intensitas 70 mm/jam atau 100 mm/hari memicu bencana tanah longsor di Indonesia. Dari data curah hujan harian pada bulan Desember 2014, hujan dengan intensitas rendah hingga sangat lebat telah mengguyur daerah ini selama seminggu berturut-turut yaitu tanggal 1-7 Desember. Kemudian disusul dengan hujan sangat lebat pada tanggal 10-12 Desember (BMKG, 2014).

Seperti yang dikutip dari http://www.tempo.co Minggu, 21 Desember 2014, Kepala Badan Geologi Surono menegaskan tak ada cara yang efektif untuk meminimalkan dampak di kawasan rawan tanah longsor di Banjarnegara selain mengosongkan permukiman rawan. “Karena yang paling rawan longsor, ya, yang tanahnya subur itu, kaya air, dan mudah diolah, semua menyemut tinggal di situ,” Gerakan tanah di daerah seperti Banjarnegara, terutama di kaki bukit yang curam dan banyak air, sudah terlalu sering terjadi. Bahkan sejak 1955 sudah terjadi peristiwa tanah longsor besar di Banjarmangu, Banjarnegara, yang memakan 322 jiwa. “Warga akan sulit menyelamatkan diri jika berada di longsoran zona merah.” Seperti halnya tragedi di Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, lalu yang termasuk zona merah. “Air sangat jenuh, membentuk lumpur yang gampang meloncat karena kecepatan air lumpur itu luar biasa mematikan.”

Material longsoran secara visual nampak berupa tanah lanau kelempungan dalam kondisi jenuh air yang membuat lereng seakan-akan mencair karena kehilangan kuat geser akibat penjenuhan. Diharapkan mahasiswa tidak berhenti hanya menyerahkan donasi, namun dapat meneliti sifat fisik dan mekanis tanah seperti soil propertiesnya, kekuatan geser tanah terutama residual strengthnya, distribusi butirannya, batas-batas konsistensi tanah agar pemahaman mahasiswa terhadap mekanisme longsor lebih baik lagi.

Terimakasih kepada donatur yang mempercayakan penyaluran sumbangan untuk korban bencana longsor Banjarnegara kepada kami Civil Engineering Research Club (CeRC) UNNES. (Dokumentasi : Rizki Julia Rachmawati)

———-

hamzah s1 teknik sipil 2012 | muhammadhamzahfansuri@gmail.com

Referensi :

Hanggoro W., Aldrian E., Hutapea D., Habibie N.M., Kurniawan R., Praja A.S, Nurmayati T., 2014, Hujan Ekstrim Menyebabkan Tanah Longsor Di Karangkobar, Banjarnegara, Puslitbang BMKG, Pusat Database BMKG.

http://www.tempo.co, Solusi Mbah Rono untuk Korban Longsor Banjarnegara, Minggu, 21 Desember 2014 | 06:00 WIB.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s