Alumni Mengajar : M.Iskandar Farid (D3 Teknik Sipil UNNES 2008)

Jumat, 20 Maret 2015

M. Iskandar Farid alumnus D3 Teknik Sipil UNNES angkatan 2008 kembali ke kampus sebagai pembicara dalam kegiatan alumni mengajar. Beliau adalah  terakhir bekerja di PT. Krakatau Engineering sebagai Structural Engineer. Topik yang dibawakan adalah pemanfaatan software modeling dengan konsep BIM (Building Information Modelling) dalam pekerjaan bangunan struktur baja. Software modeling BIM 3 dimensi dimana seluruh obyek struktur direpresentasikan lengkap dengan segala informasinya. Modeling dengan ribuan jenis profil, bentuk dan sambungan dapat dilakukan dengan sangat mudah dan cepat, menggurangi error dan pada akhirnya mengurangi biaya. Software BIM 3D selain untuk modelling, detailing, engineering, drawing, reporting dapat juga membantu dalam proses manajemen konstruksi. Proses konstruksi dapat secara visual dilihat perkembangan proyeknya, dengan data tersebut kemudian dapat diatur datangnya material dan sumber daya.

DSCN2815E DSCN2819E

Semoga tradisi alumni mengajar dapat terus diselenggarakan agar mahasiswa dapat memperoleh ilmu-ilmu praktis di lapangan. Siapa lagi alumnus Jurusan Teknik Sipil UNNES yang mau bergabung ?

Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat.

CIVILFEST 2015 : Pelatihan software-software Teknik Sipil

Mahasiswa teknik sipil Unnes mengikuti pelatihan komputer yang terbagi dalam 6 pelatihan yaitu pelatihan ETABS sebanyak 26 mahasiswa dengan instruktur Ir. Hari Suprapto, Ms. Project sebanyak 14 mahasiwa dengan instruktur Drs. Gunadi, M.T., AutoCAD Dasar sebanyak 34 mahasiwa dengan instruktur Triono Subagio, S.Pd.,MPd, AutoCAD Lanjut sebanyak 14 mahasiwadengan instruktur Triono Subagio S.Pd., MPd SAP Dasar 35 mahasiswa dengan instruktur Hanggoro Tri Cahyo A., S.T., M.T., dan SAP Lanjut 27 mahasiswa dengan instruktur Hanggoro Tri Cahyo A., S.T., M.T.. Pelatihan itu dilaksanakan selama 1 bulan yaitu tanggal 2-27 Februari 2015 di E4-Ruang Laboratorium Komputasi Teknik Sipil Unnes.

Pelatihan diselenggarakan oleh Civil engineering Research Club (CeRC) dengan dukungan Jurusan Teknik Sipil Unnes. Pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan skill dalam mempelajari software yang ada dibidang teknik sipil. Banyak mahasiswa yang belum mengetahui software di bidang teknik sipil. Sehingga terkesan saat pertama pelatihan mahasiswa kaget, dan bingung. Tapi, lambat laun mahasiswa tertarik dan menekuni software tersebut. Terlihat dari mahasiswa yang asik dengan mengotak atik software. Dengan budaya seperti itulah yang diharapkan agar mahasiswa bisa berkompetisi dan terus belajar untuk memperdalam ilmu dibidang Teknik Sipil.

Untuk menjamin mutu saat pelatihan diadakan angket agar bisa menilai pengajaraan dan berkomentar tentang pelatihan. Sebagian besar mahasiswa sangat terbantu dengan diadakannya pelatihan tersebut karena pelatihan ini tidak setiap tahun diadakan dan tidak diajarkan sedetail ketika perkuliahan. “Saya sangat terbantu dengan diadakannya pelatihan walaupun pelatihan tersebut diadakan diminggu-minggu liburan, yang awalnya saya tidak bia dan mengenal sekarang seterlah ikut CivilFest saya bisa menjalankan dan pengoperasikan software tersebut. Terimakasih CeRC” tutur salah satu mahasiswa yang mengikuti pelatihan. Penanggungjawab pelatihan yang juga ketua Program Studi S1, Teknik Sipil juga mengajak untuk belajar, berbagi, dan bergerak bersama untuk menciptakan budaya Teknik Sipil Unnes yang lebih baik lagi.

IMG_1881EIMG_1862EIMG_1799EIMG_2513E

Dengan diselenggaranya pelatihan ini, panitia berharap semakin banyak mahasiswa yang memiliki keterampilan mengoperasikan software Teknik Sipil secara efektif. Selajutnya mahasiswa memiliki peluang luas untuk berinteraksi dalam masyarakat, termasuk dalam memperoleh pekerjaan dan berwirausaha di bidang konstruksi.

IMG_1854EIMG_1873EIMG_1887EIMG_2501EIMG_2530E

Dokumentasi : Rizki Julia Rachmawati  | rizkijulia94@yahoo.com

hamzah s1 teknik sipil 2012 | muhammadhamzahfansuri@gmail.com

Simposium Teknik Sipil dan Arsitektur Universitas PGRI Semarang

Simposium teknik sipil dan arsitektur dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 11 Februari 2015 di kampus 1 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dengan mengusung tema “Inovasi Dalam Proyek Konstruksi”. Kegiatan ini diadakan oleh Fakultas Teknik UPGRIS dengan harapan agar kalangan teknik sipil bisa siap dalam dunia konstruksi yang inovatif, berdaya saing dan berkelanjutan. Lulusan perkuliahan berlatar belakang teknik perlu berbesar hati dalam menembus persaingan kerja. Sebab, keahlian mereka masih sangat dibutuhkan di Tanah Air. ”Data menunjukkan Indonesia sebenarnya masih sangat kekurangan insinyur. Ini berkenaan sebagai negara berkembang yang masih akan membangun banyak sarana prasarana,” terang Rektor UPGRIS Dr Muhdi usai membuka Forum Simposium. Hadir pembicara pakar Guru Besar Unika Soegijpranata Prof. Dr. Ing. L.M.F. Purwanto dengan membawakan materi Service Learning: Sebuah Pembelajaran Pembangunan Rumah Berkelanjutan, pakar teknik Ir. Sulistyana, M.T. dengan materi Efesiensi Mangement Konstruksi Berdasarkan Inovasi Elemen Struktur Bangunan “FLYSLAB”. Serta dari bidang kontraktor PT. Pembangunan Perumahan (PP) dengan materi Aplikasi Pelaksanaan Pembangunan Perumahan.

IMG_1729E

Sesi pertama dari Prof. Dr. Ing. L.M.F. Purwanto menerangkan bahwa : ”Dilematis pendidikan arsitektur, apakah akan memilih program pendidikan Architectural Engineering dan Architectural Science harus ditetapkan sejak awal. Market needs dan market signal harus dipertimbangkan secara seksama. Kesenjangan antara teori dan praktek di pendidikan arsitektur sebaiknya dapat dieleminir dengan menggunakan pendekatan metode service learning. Metode ini juga menumbuhkan sikap berempati pada permasalahan masyarakat secara umum”.

Di samping itu dari pihak praktisi Ir. Sulistyana M.T. menjelaskan tentang struktur FLYSLAB bahwa : “FLYSLAB adalah produk pracetak dari lat beton panel seluler yang merupakan plat beton ringan dengan memakai beton mutu tinggi K-300 dan besi tulangan U-39. Reduksi massa “FLYSLAB” mencapai 50% dibandingkan plat beton masif/konvensional, sehingga penggunaan “FLYSLAB” pada banguna bertingkat sangat menguntungkan, baik dari struktur bangunan maupun manajemen konstruksi”.

Penutupan dari simposium tersebut diisi oleh pihak PT. Perusahaan Perumahan (PP) oleh Amaludin Herdi, S.T. menjelaskan tentang Penggunaan Floor Deck sebagai pengganti bekisting kayu dalam rangka efiensi waktu pelaksanaan dan biaya.

Tidak kalah menariknya simposium tersebut juga membahas permasalahan kekurangan insinyur di Indonesia. Sarjana teknik dari berbagai Perguruan Tinggi sangat dibutuhkan terlibat di berbagai proyek infrastruktur. ‘’Presiden Jokowi bahkan menegaskan sarjana teknik sangat dibutuhkan pemikirannya untuk merancang dermaga, stasiun modern, hingga jalan tol. Persoalannya, Indonesia masih kekurangan ilmuan di bidang ini.Padahal pemerintah pusat menerima banyak tawaran investasi dalam negeri maupun manca negara,” terang rektor. Fakta ini menunjukkan keberadaan lulusan teknik belum mencukupi kebutuhan. Alasan ini juga yang mendasari alumnus tak perlu berkecil hati.

Rektor mengaku pihaknya akan berkontribusi menyumbang banyak tenaga ahli. Tak hanya memenuhi standar kualifikasi namun juga akan mampu bersaing di era pasar bebas ASEAN,’’imbuhnya. Pemerintah sepertinya juga akan mendorong berbagai fakultas teknik. Otoritas bahkan berkeinginan memberikan insentif sehingga diharapkan mampu memasok jumlah lulusan lebih banyak.

Muhammad Hamzah Fansuri | muhammadhamzahfansuri@gmail.com