Simposium Teknik Sipil dan Arsitektur Universitas PGRI Semarang

Simposium teknik sipil dan arsitektur dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 11 Februari 2015 di kampus 1 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dengan mengusung tema “Inovasi Dalam Proyek Konstruksi”. Kegiatan ini diadakan oleh Fakultas Teknik UPGRIS dengan harapan agar kalangan teknik sipil bisa siap dalam dunia konstruksi yang inovatif, berdaya saing dan berkelanjutan. Lulusan perkuliahan berlatar belakang teknik perlu berbesar hati dalam menembus persaingan kerja. Sebab, keahlian mereka masih sangat dibutuhkan di Tanah Air. ”Data menunjukkan Indonesia sebenarnya masih sangat kekurangan insinyur. Ini berkenaan sebagai negara berkembang yang masih akan membangun banyak sarana prasarana,” terang Rektor UPGRIS Dr Muhdi usai membuka Forum Simposium. Hadir pembicara pakar Guru Besar Unika Soegijpranata Prof. Dr. Ing. L.M.F. Purwanto dengan membawakan materi Service Learning: Sebuah Pembelajaran Pembangunan Rumah Berkelanjutan, pakar teknik Ir. Sulistyana, M.T. dengan materi Efesiensi Mangement Konstruksi Berdasarkan Inovasi Elemen Struktur Bangunan “FLYSLAB”. Serta dari bidang kontraktor PT. Pembangunan Perumahan (PP) dengan materi Aplikasi Pelaksanaan Pembangunan Perumahan.

IMG_1729E

Sesi pertama dari Prof. Dr. Ing. L.M.F. Purwanto menerangkan bahwa : ”Dilematis pendidikan arsitektur, apakah akan memilih program pendidikan Architectural Engineering dan Architectural Science harus ditetapkan sejak awal. Market needs dan market signal harus dipertimbangkan secara seksama. Kesenjangan antara teori dan praktek di pendidikan arsitektur sebaiknya dapat dieleminir dengan menggunakan pendekatan metode service learning. Metode ini juga menumbuhkan sikap berempati pada permasalahan masyarakat secara umum”.

Di samping itu dari pihak praktisi Ir. Sulistyana M.T. menjelaskan tentang struktur FLYSLAB bahwa : “FLYSLAB adalah produk pracetak dari lat beton panel seluler yang merupakan plat beton ringan dengan memakai beton mutu tinggi K-300 dan besi tulangan U-39. Reduksi massa “FLYSLAB” mencapai 50% dibandingkan plat beton masif/konvensional, sehingga penggunaan “FLYSLAB” pada banguna bertingkat sangat menguntungkan, baik dari struktur bangunan maupun manajemen konstruksi”.

Penutupan dari simposium tersebut diisi oleh pihak PT. Perusahaan Perumahan (PP) oleh Amaludin Herdi, S.T. menjelaskan tentang Penggunaan Floor Deck sebagai pengganti bekisting kayu dalam rangka efiensi waktu pelaksanaan dan biaya.

Tidak kalah menariknya simposium tersebut juga membahas permasalahan kekurangan insinyur di Indonesia. Sarjana teknik dari berbagai Perguruan Tinggi sangat dibutuhkan terlibat di berbagai proyek infrastruktur. ‘’Presiden Jokowi bahkan menegaskan sarjana teknik sangat dibutuhkan pemikirannya untuk merancang dermaga, stasiun modern, hingga jalan tol. Persoalannya, Indonesia masih kekurangan ilmuan di bidang ini.Padahal pemerintah pusat menerima banyak tawaran investasi dalam negeri maupun manca negara,” terang rektor. Fakta ini menunjukkan keberadaan lulusan teknik belum mencukupi kebutuhan. Alasan ini juga yang mendasari alumnus tak perlu berkecil hati.

Rektor mengaku pihaknya akan berkontribusi menyumbang banyak tenaga ahli. Tak hanya memenuhi standar kualifikasi namun juga akan mampu bersaing di era pasar bebas ASEAN,’’imbuhnya. Pemerintah sepertinya juga akan mendorong berbagai fakultas teknik. Otoritas bahkan berkeinginan memberikan insentif sehingga diharapkan mampu memasok jumlah lulusan lebih banyak.

Muhammad Hamzah Fansuri | muhammadhamzahfansuri@gmail.com 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s