Dongeng bencana longsor untuk Anak-anak Deliksari

Dongeng dengan menggunakan boneka tangan bukan sesuatu hal yang baru di dunia hiburan Indonesia. Namun tidak bagi anak – anak dukuh deliksari, kecamatan Sukorejo, Gunungpati, Semarang yang sangat antusias dengan datangnya kakak kakak dari Universitas Negeri Semarang dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat Ini pada hari Minggu 3 Mei 2015 yang bertempat di Taman Kanak- Kanak RW IV. Mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang ini menyalurkan ide ide kreativnya dengan menggunakan metode dongeng boneka tangan (Funny Hand Puppet Story Telling) sebagai media pengenalan bencana longsor kepada anak – anak, karena dukuh deliksari kecamatan sukorejo ini merupakan daerah lereng yang rawan bencana tanah longsor khususnya setiap musim penghujan, dengan luas daerah sekitar 1,2 hektar dan sebgaian penduduk bermata pencaharian sebagai swasta sekitar 90% dan pegawai negeri sekitar 10% ini terpaksa tinggal di daerah lereng tersebut, walaupun mereka sudah mengatahui risiko yang akan terjadi bahkan sudah berkali kali mengalami bencana longsor, akan tetapi mereka memilih untuk tetap tinggal pada daerah lereng tersebut dan tetap membangun kembali rumah dan segala infrastruktur yang ada jika bencana longsor terjadi. Oleh karena itu diperlukan sosialisai terhadap pencegahan maupun penanggulangan serta siap siaga bencana longsor. Akan tetapi kebanyakan upaya tersebut hanya melibatkan orang dewasa sehingga anak-anak belum memiliki pemahaman khusus mengenai lingkungan tempat tinggal mereka yang rawan longsor.

fhp1

Anak-anak perlu memiliki pemahaman mengenai bencana longsor untuk mengetahui upaya-upaya apa saja yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana tersebut. Selain itu, mereka juga dapat memposisikan diri ketika bencana longsor terjadi. Tidak mudah memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai bencana longsor dengan metode sosialisasi seperti yang dilakukan pada orang dewasa. Mereka lebih tertarik dengan hal-hal yang yang menyenangkan dan baru. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode yang inovatif dan kreatif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian mereka terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Salah satu metode yang digunakan adalah FHP (Funny Hand Puppet) Story Telling.

FHP (Funny Hand Puppet) Story Telling merupakan metode bercerita dengan menggunakan boneka tangan yang ditujukan kepada anak-anak. Seorang anak akan mulai mengekspresikan emosinya pada saat mendengarkan cerita baik senang ataupun sedih dan dapat merangsang untuk meningkatkan sikap aktif, serta memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak dengan lingkungan dan kenyataan. Melalui metode ini, sesungguhnya anak-anak tidak hanya memperoleh kesenangan atau hiburan saja, tetapi mendapatkan pendidikan yang jauh lebih luas.

fhp2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s