Perjalanan KKL 2015 S1 Teknik Sipil UNNES

Senin, 03 Agustus 2015. Hari keberangkatan mahasiswa Teknik Sipil Unnes angkatan 2012 untuk mengikuti program KKL (Kuliah Kerja Lapangan) ke Semarang, Surabaya, dan Bali. Setelah persiapan panjang dan banyak kendala, akhirnya mereka dapat berangkat sesuai dengan target, yaitu awal Agustus 2015.

Hari pertama – Usai pembekalan dari pimpinan Jurusan Teknik Sipil Unnes, mereka memulai perjalanan ke kunjungan pertama, Waduk Jatibarang, Semarang. Tiba di lokasi pukul 09.00 wib, mereka disambut oleh perwakilan pihak pengelola waduk. Setelah melakukan upacara penyambutan yang sederhana, rombongan dipersilahkan memasuki ruang kantor untuk dijelaskan lebih lanjut tentang seluk-beluk waduk.

Karena perwakilan dari pihak pengelola waduk hanya satu orang, rombongan yang berjumlah 72 mahasiswa itu pun tidak bisa terkondisikan dengan baik. Hanya beberapa mahasiswa yang terlihat antusias menyimak penjelasan dari awal sampai akhir. Yang lainnya, mereka sibuk melihat-lihat apa saja yang ada di kantor itu dan mengambil gambarnya.

Kunjungan di Waduk Jatibarang berakhir pukul 11.00 wib, rombongan melanjutkan perjalanan ke kunjungan ke dua. Kali ini, 72 mahasiswa itu dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mengunjungi proyek Candi Land, Semarang. Kelompok kedua mengunjungi proyek Sentra Land, Semarang. Setelah melakukan ibadah sholat dzuhur lalu dilanjutkan makan siang di Masjid Baiturrahman, Semarang, kedua kelompok itu berpisah sesuai tujuan masing-masing.

IMG_0178E

Kunjungan KKL 2015 di Waduk Jatibarang Semarang

Kelompok pertama tiba di lokasi proyek Candi Land pukul 13.00 wib. Mereka mendapat arahan dari Pak Albar selaku penanggung jawab kunjungan dari pihak proyek, lalu mereka dibagi lagi menjadi empat kelompok. Setiap kelompok terdiri dari Sembilan sampai sepuluh orang. Dan masing-masing kelompok mendapat satu pembimbing lapangan, yang mana pembimbimng ini akan menjelaskan secera detail tentang masalah ke-proyekan serta mengajak mahasiswa berkeliling di lokasi proyek.

Kunjungan di Candi Land berakhir sekitar pukul 15.00 wib. Kemudian rombongan melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Dan makan malam di salah satu rumah makan di kota Rembang pukul 18.00 wib. Di rumah makan ini, rombongan yang tadi terpecah menjadi dua, akhirnya bertemu kembali.

Tiba di penginapan Ialamic Centre, Surabaya, sekitar pukul 01.00, istirahat satu malam lalu esok harinya melanjutkan perjalan ke kunjungan yang ke tiga.

Hari kedua – Kunjungan ke tiga adalah kunjungan ke Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Pukul 09.00 rombongan tiba di kantor PT. Angkasa Pura III, selaku pihak pengelola bandara. Kemudian rombongan dipersilahkan memasuki ruang pertemuan. Di sana, mahasiswa mendapat penjelasan panjang dari perwakilan PT. Angkasa Pura III. Di Jawa Timur ini, rombongan diperlakukan dengan sangat ramah dan menyenangkan. Baik pihak pengunjung maupun terkunjung, sama-sama memberikan kenang-kenangan berupa plakat dan tanda terimakasih lainnya.

IMG_0316E

Kunjungan KKL 2015 di PT. Angkasa Pura III Surabaya

Karena satu dan lain hal, rombongan tidak bisa berkeliling bandara untuk melihat-lihat kondisi dan situasi yang ada. Dengan sedikit terpaksa, rombongan harus melanjutkan ke kunjungan yang ke empat, kunjungan ke Terminal Teluk Lamong, Surabaya. Di sana, sambutan yang diberikan tidak kalah ramah jika dibandingkan di Bandara Juanda. Mereka membuat materi presentasi khusus dengan halaman sampul yang menggunakan foto Unnes, terlihat sekali kesiapan mereka untuk dikunjungi dari pihak kami.

Tiba di Teluk Lamong sekitar pukul 13.00 wib. Setelah mendengarkan paparan kurang lebih satu jam, rombongan diajak masuk ke area terminal. Sebenarnya, tidak sembarang orang bisa memasuki area ini, tidak semua jenis kendaraan juga bisa memasukinya, hanya kendaraan yang sudah disediakan pihak terminal yang bisa memasukinya sampai area dermaga. Tetapi, dengan keramahannya, pihak terminal mengajak dan mengijinkan rombongan untuk menyaksikan kemegahan Terminal Teluk Lamong ini secara keseluruhan.

Kunjungan di Teluk Lamong berakhir sekitar pukul 15.00, kemudian rombongan melanjutkan perjalanan ke Bali. Tiba di penyebrangan Ketapang sekitar pukul 00.00 wib, dan tiba di peyebrangan Gilimanuk sekitar pukul 02.00 wita. Di Bali ini, sudah tidak ada kegiatan kunjungan, semua agenda adalah liburan dan jalan-jalan.

received_931883206869956E

Kunjungan KKL 2015 di Terminal Petikemas Teluk Lamong

Hari ke tiga – Obyek wisata yang pertama dikunjujngi adalah Tanah Lot, setelah sarapan, semua rombongan menikmati indahnya ombak pagi dan batu-batu karang yang kokoh. Pukul 09.00 wita, mereka melanjutkan perjalanan ke Tanjung Benoa. Di sana, terdapat banyak sekali wahana permainan, banana boat, flying fish, parasailing, speedboots, serta satu wahana untuk naik perahu berkunjung ke pulau penyu. Beberapa orang dari rombongan, terlihat menikmati wahana-wahana yang ada. Dan terlihat beberapa lagi hanya menontonya dari kejahuan.

Pukul 13.00 wita, rombongan melanjutkan perjaalan ke Pantai Pandawa. Di pantai ini, rombongan hanya diberi waktu sebentar, kurang lebih satu jam. Lalu melanjutkan perjalanan ke Pantai Kuta. Di Pantai Kuta ini, rombongan terlihat sangat bahagia, pantai yang bersih dan luas. Serta hamparan pasir putih yang maha indah telah menghapus lelah selama perjalanan hari kemarin. Lepas pukul 18.00 wita, rombongan baru meninggalkan pantai. Tiga jam di Kuta, bisa mengembalikan semangat yang sudah menyusut karena lelah.

Pukul 21.00, rombongan tiba di hotel Kuta Central Park, hotel bintang empat yang memiliki bathtub hampir di setiap kamarnya. Dan menyediakan sarapan gratis bagi para pengunjungnya. Rombongan dipersilahkan istirahat sebelum melanjutkan perjalanan di hari ke empat esok paginya.

Hari ke empat – Setelah sarapan, pukul 09.00 wita, obyek wisata budaya pertama yang dikunjungi adalah Tari Barong. Tari yang durasinya kurang lebih satu jam ini, berhasil membuat semua penonton tertawa tanpa menghilangkan pesan yang ingin disampaikan, yaitu, jika ada kebaikan pasti ada kejahatan. Lepas menonton tari barong, rombongan berkunjung ke pusat oleh-oleh Dewata, serta dilanjutkan makan siang di sana.

1439618074674E

Selesai makan siang dan belanja, rombongan diajak ke Pasar Seni Sukowati. Di sini, barang-barang yang dijual relative murah jika kita pandai menawar. Tetapi akan sangat mahal jika kita tidak bisa bernegosiasi. Lepas belanja selama kurang lebih dua jam, rombongan harus segera pulang ke hotel untuk acara selanjutnya. Bisa dibilang, acara ini adalah acara inti selama rombongan ada di Bali, yaitu malam promnight yang diberi tema Civil Award.

Pukul 16.30 wita, rombongan baru tiba di hotel, terlambat satu setengah jam dari waktu yang telah diatur sebelumnya. Tanpa banyak bicara, panita menyuruh semua peserta untuk segera bersiap agar tidak lebih terlambat di acara puncak nanti. Karena, acara promnight diadakan di tempat yang jaraknya lumayan jauh dari hotel, yaitu di Pantai Jimbaran.

Pukul 19.00 wita, rombongan baru tiba di lokasi promnight. Akan tetapi, lokasi belum selesai dirias. Dan hasilnya, acara baru dimulai sekitar pukul 20.30 wita, setelah sesi foto selasi dilakukan. Hal itu tidak mengurangi semangat dan antusias seluruh peserta untuk memeriahkan acara puncak ini, acara tetap berjalan lancar dengan sedikit perubahan-perubahan kecil untuk menyesuaikan waktu yang telah terpotong satu setengah jam.

Malam penganugerahan ini, menyajikan enam nominasi, yaitu, nominasi teralay, terbaper, terrajin, ter-update, king and queen, dan nominasi best costume. Semua nominasi sudah dipilih atau di-vote oleh seluruh peserta promnight tiga hari sebelum keberangkatan, kecuali nominasi best costume. Nominasi ini dipilih malam itu juga oleh dewan juri yang telah disiapkan panitia.

Untuk menambah kemeriahan acara, panitia mengundang DJ lokal sebagai penghibur. Jadilah malam itu benar-benar malam yang penuh kemeriahan, ditambah lagi tema pakaian yang harus dikenakan adalah elegan. Yang laki-laki terlihat gagah dan rupawan, sedangkan perempuannya anggun dan menawan.

Promnight selesai pukul 23.00 wita, dan semua peserta harus segera kembali ke hotel untuk beristirahat, agar tidak terlalu lelah untuk melanjutkan perjalanan pulang esok hari.

Hari ke lima – Pukul 09.00 wita, rombongan sudah selesai sarapan dan siap meninggalkan hotel. Hanya ada dua tempat yang dikunjungi di hari terakhir ini, pusat oleh-oleh Joger dan Bedugul. Tiba di Jogger pukul 10.30 wita, semua peserta langsung menyambar pakaian berupa kaus khas Bali itu. Dan terlihat sibuk sendiri-sendiri untuk memilih kaus yang pas untuk dikenakan.

Lepas dari Jogger sekitar pukul 12.00 wita, tujuan selanjutnya adalah dataran tinggi Bedugul. Karena waktu yang sudah terburu, di Bedugul hanya diberi waktu satu jam. Cukup untuk sholat dan duduk sejenak menikmati dinginnya udara. Sehabis itu langsung lanjut perjalanan pulang menuju Semarang.

Tiba di penyebrangan Gilimanuk pukul 21.00 wita, dan sampai di Ketapang pukul 21.00 wib. Bus langsung tancap gas lagi menuju Semarang, dan berhenti sejenak di rumah makan daerah Ketapang untuk makan malam dan ibadah. Setelah itu, tancap gas lagi dan tidak berhenti sampai pukul 05.00 wib di Kota Tuban, Jawa Timur, untuk ibadah sholat subuh. Dan pukul 06.00, masih di Kota Tuban, rombongan berhenti di rumah makan untuk sarapan. Kemudian lanjut lagi sampai Semarang.

Hari ke enam – Pukul 11.30 wib, rombongan tiba dengan selamat dan bahagia di Semarang, tepatnya di kampus Unnes, dan sudah disambut oleh Bapak Kaprodi Teknik Sipil. Setelah upacara pembubaran yang singkat, seluruh peserta dipersilahkan meninggalkan tempat dan pulang ke rumah atau kos masing-masing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s