Self-Directed Learning (SDL) dalam Mata Kuliah Rekayasa Pondasi (Bagian 2-Habis)

Tulisan ini adalah lanjutan dari Self-Directed Learning (SDL) dalam Mata Kuliah Rekayasa Pondasi (Bagian 1) . Upaya memodifikasi alat loading test untuk model tiang di lapangan sedang dilakukan oleh mahasiswa yakni Rohman Asnanto (Sipil’13), Fran Hanung Wibowo (Sipil’13) dan Roikhatun (Sipil’13) dibantu oleh Bapak Amir Fauzan, SPd (Teknisi Lab Bahan Teknik Sipil UNNES). Berikut dokumentasi hasil loading test group tiang di lapangan.

Untitled-1Untitled-2   Untitled-3

Proses belajar Self-Directed Learning (SDL) ternyata membutuhkan sinergi dari Dosen, Mahasiswa, Teknisi, Pengelola dan Praktisi. Tanpa adanya sinergi, proses belajar seperti ini nampaknya sulit terwujud. Mahasiswa bisa belajar banyak di lapangan dengan proses belajar Self-Directed Learning (SDL) yang dibimbing oleh Dosen, Teknisi dan Praktisi. Semoga bermanfaat dan menginspirasi.

Self-Directed Learning (SDL) dalam Mata Kuliah Rekayasa Pondasi (Bagian 1)

Self-Directed Learning (SDL) adalah proses belajar yang dilakukan atas inisiatif individu mahasiswa sendiri. Dalam hal ini, perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian terhadap pengalaman belajar yang telah dijalani, dilakukan semuanya oleh individu yang bersangkutan. Sementara dosen hanya bertindak sebagai fasilitator, yang memberi arahan, bimbingan, dan konfirmasi terhadap kemajuan belajar yang telah dilakukan individu mahasiswa tersebut.

Metode belajar ini bermanfaat untuk menyadarkan dan memberdayakan mahasiswa, bahwa belajar adalah tanggungjawab mereka sendiri. Dengan kata lain, individu mahasiswa didorong untuk bertanggungjawab terhadap semua fikiran dan tindakan yang dilakukannya. Metode pembelajaran SDL dapat diterapkan apabila asumsi berikut sudah terpenuhi, yaitu sebagai orang dewasa, kemampuan mahasiswa semestinya bergeser dari orang yang tergantung pada orang lain menjadi individu yang mampu belajar mandiri. Prinsip yang digunakan di dalam SDL adalah: (a) Pengalaman merupakan sumber belajar yang sangat bermanfaat; (b) Kesiapan belajar merupakan tahap awal menjadi pembelajar mandiri; dan (c) Orang dewasa lebih tertarik belajar dari permasalahan daripada dari isi matakuliah. Pengakuan, penghargaan, dan dukungan terhadap proses belajar orang dewasa perlu diciptakan dalam lingkungan belajar. Dalam hal ini, dosen dan mahasiswa harus memiliki semangat yang saling melengkapi dalam melakukan pencarian pengetahuan.

Salah satu metode pembelajaran SCL (Student Centered Learning) yang dapat dipilih untuk pelaksanaan pembelajaran mata kuliah Rekayasa Pondasi di Prodi S1 Teknik Sipil UNNES adalah Self-Directed Learning (SDL).  Metode ini menarik karena mahasiswa belajar sendiri mendesain pondasi dalam sebuah model misalnya desain pondasi tiang pancang jenis floating pile. Namun tentunya sebelum mendesain model mereka sudah mempelajari teori  bagaimana perilaku tiang pancang pada tanah soft clay (lempung lunak) kemudian mencoba menghitung kapasitas dukung tiang tunggalnya dan dilanjutkan kapasitas dukung tiang groupnya.

Mereka bisa mempelajari sendiri apakah beban yang bekerja pada tiang group sesuai dengan hasil perhitungan dan berapa deformasi yang terjadi dengan peralatan permodelan yang sederhana. Upaya memodifikasi alat loading test untuk model tiang di lapangan sedang dilakukan oleh mahasiswa yakni Rohman Asnanto (Sipil’13), Fran Hanung Wibowo (Sipil’13) dan Roikhatun (Sipil’13). Semoga bermanfaat dan menginspirasi mahasiswa lain dalam memahami desain pondasi di lapangan.

20160315_135839[1]E20160315_134143[1]E20160315_134246[1]E20160315_134712[1]E20160315_140431[1]E

Daftar Pustaka : Tim BELMAWA-DIKTI , 2014, Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi (K-DIKTI), Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sosialisasi model selokan Interlocking Precast Concrete untuk Dusun Tinjomoyo

Setelah sukses di aplikasikan di Dusun Deliksari RW 6 Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati Semarang pada tahun 2015, mahasiswa prodi Teknik Sipil S1 UNNES yang tergabung dalam Tim KKN Alternatif Tahap 1 Tahun 2016 memperkenalkan Selokan model Interlocking Precast Concrete di Dusun Tinjomoyo RW 8 Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati Semarang pada acara pertemuan RW  hari Sabtu, 12 Maret 2016.

semarangSEIMG20160312203333EIMG20160312203149E

Kondisi lahannya memiliki kemiripan dengan Deliksari yakni konturnya berlereng dan drainasenya belum tertata. Jadi tiap rumah menentukan dimensi saluran drainase sendiri berdasarkan pengalaman luapan saluran masing-masing. Sebelum paparan,  mahasiswa telah melakukan pemetaan situasi serta perhitungan analisis debit dan penampang saluran. Namun demikian karena masih dalam ranah teori dan dianggap belum mumpuni, pastinya paparan ide mahasiswa yang cemerlang ini belum bisa diterima dalam pertemuan tersebut. Semoga lain waktu konsep normalisasi saluran drainase dengan menggunakan selokan model Interlocking Precast Concrete dapat diaplikasikan juga di Dusun Tinjomoyo.

Bagaimana konsep yang ditawarkan oleh Chusnul Chotimah (sipil’12), Kurnia Dwi Anggraini (sipil’12), Tigo Mindiastiwi (sipil’12), M. Hamzah Fansuri (sipil ’12) dan Paradita Maharani Nur (sipil’12) dapat diunduh di sini. Semoga bermanfaat dan menginspirasi.

Workshop Mitigasi Bencana Longsor Menuju Lerep Tangguh 2016

Tim KKN Alternatif Tahap 1 UNNES di Desa Lerep Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang menyelenggarakan Workshop Mitigasi Bencana dengan tema “Mitigasi Bencana Longsor Menuju Lerep Tangguh” pada hari Minggu, 6 Maret 2016. Acara workshop ini berkaitan dengan penyelidikan tanah pendahuluan yang telah dilakukan hari Minggu, 28 Februari 2016 dengan pengujian sondir 2,5 ton sebanyak 2 titik.

DSCN4063EDSCN3992E DSCN4066E DSCN3983EDSCN3977EDSCN4076EDSCN4078E

Pembicara yang hadir saat itu adalah Dr. Yeri Sutopo, MT (Peneliti Hidro, Prodi S1 Teknik Sipil UNNES), Hanggoro Tri Cahyo A, ST, MT (Peneliti Geoteknik, Prodi S1 Teknik Sipil UNNES) dan Soegianto, S.ST., MT (BPBD Kabupaten Semarang). Acara berlangsung dari jam 9.00 sampai jam 12.30, dihadiri 20 peserta dari perwakilan RT/RW di Desa Lerep. Berikut materi paparan workshop yang dapat diunduh di sini.

Sekaran Gunungpati Potensi Menjadi Laboratorium Kebencanaan Alam Teknik Sipil UNNES

Kondisi Jalan dari Kretek Wesi sampai kampus UNNES Sekaran Gunungpati nampaknya masih panjang ceritanya untuk menjadi jalan yang nyaman untuk dilewati. Setelah berganti dari flexible pavement berupa jalan aspal menjadi rigid pavement atau jalan beton pada tahun 2013 kondisi jalan tetap menunjukkan tanda-tanda adanya pergerakan tanah yang berupa retakan pada jalan beton. Belum lagi kondisi bangunan yang ada di sekitar jalan, dari Kampung Deliksari, Perumahan Trangkil Sejahtera, Perumahan Trangkil Baru, dan Perumahan Ayodya pernah menghiasi media dengan berita longsornya. Hal ini menimbulkan ide untuk membuat Laboratorium Kebencanaan Alam Teknik Sipil UNNES disepanjang jalan Kretek Wesi sampai kampus UNNES Sekaran Gunungpati Semarang.

DSCN1906ETanah Longsor di lereng yang dibuat manusia tahun 2011 di Jalan Sekaran Gunungpati Semarang

Adalah Astika Ulfah Izzati mahasiswa angkatan 2012 Jurusan Teknik Sipil Universitas Sriwijaya adalah mahasiswa yang pertama memanfaatkan kondisi alam di Sekaran Gunungpati untuk belajar tentang gerakan tanah dan longsoran untuk mempetajam topik yang akan diambil untuk Tugas Akhirnya (TA) pada hari Jumat, 4 Maret 2016. Dengan di pandu oleh mahasiswa yang penah meneliti di lokasi yakni Chusnul Chotimah (Sipil ’12), M. Hamzah Fansuri (Sipil’12), Kurnia Dwi Anggraini (Sipil’12), dan Tigo Mindiastiwi (Sipil’12), Astika berusaha memahami fenomena gerakan tanah di sekitar jalan sekaran dengan mendokumentasikan kondisi gerakan tanah yang terjadi.

IMG-20160305-WA0002EAstika Ulfah Izzati, Kurnia Dwi Anggraini, Chusnul Chotimah, Tigo Mindiastiwi dan M. Hamzah Fansuri.

Semoga ide untuk membuat Laboratorium Kebencanaan Alam Teknik Sipil UNNES dapat segera terwujud sehingga ide-ide baru untuk membuat jalan akses sekaran menjadi nyaman benar-benar menjadi nyata.

img071E

 

Penyelidikan Tanah Pendahuluan Dusun Indrokilo, Desa Lerep Ungaran

Hujan deras yang mengguyur sebagian Kota Ungaran, Rabu (30/12) menyebabkan tanah longsor di Dusun Indrokilo, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. IMG20151231082715E

Bencana tanah longsor ini telah mendorong mahasiswa S1 Teknik Sipil UNNES yang sedang melaksanakan KKN Alternatif Tahap 1 Tahun 2016 untuk menyelenggaran workshop mitigasi bencana dan penyelidikan tanah pendahuluan dengan uji sondir.

lerepEIMG-20160229-WA0010EIMG-20160229-WA0027ESAM_3409ESAM_3441ERirin Anggraini, Mitsaq Addina Nisa, Galuh Putri Handayani, Rizki Julia Rachmawati, dan Damar Wicaksono (Sipil 12).

Rencananya hasil pengujian sondir ini akan dipaparkan dalam workshop mitigasi bencana pada hari minggu, 6 Maret 2016 di Balai Desa Lerep. Terimakasih kepada bapak Amir Fauzan, SPd sebagai owner CV.AJG yang telah memberikan bantuan pengujian sondir di Dusun Indrokilo, Desa Lerep Ungaran melalui kegiatan KKN Alternatif Tahap 1 tahun 2016.

http://www.radarsemarang.com/20160101/tanah-longsor-satu-rumah-rusak