Keseruan Buka Bersama CeRC 2012-2015

IMG_20160618_184947E

Sabtu 18 Juni 2016, Keluarga besar Civil Engineering Reseach Club (CeRC) UNNES dari Sipil angkatan 2012 sampai 2015 buka puasa bersama di Seafood Pak Sangklak, Jalan Raya Telaga Mas No. B 1, Semarang. Hampir semua mahasiswa hadir di acara tahunan CeRC. Semoga ke depannya, CeRC tetep kompak dan tetep menghasilkan karya-karya terbaiknya siapapun pengelola prodi atau jurusannya.-

#dibilangilegalyabiarin

Advertisements

Sinergi dimulai dari sini, Malam Sarasehan CeRC UNNES 2016

Ruang Studio Gambar Arsitektur FT UNNES, 1 April 2016.

Civil Engineering Research Club (CeRC) merayakan hari jadinya yang ke-3 sekaligus penyambutan anggota baru CeRC 2016 hasil open recruitment beberapa waktu sebelumnya. Acara yang di hadiri oleh sesepuh dan pinisepuh CeRC angkatan 2012 dan 2013, serta pengurus CeRC angkatan 2014 dan 2015 ini dimulai pukul 19.30 WIB. Dipandu oleh dua orang mc yaitu Mela Priyanti dan Tsulis Iqbal Khairul Amar yang juga merupakan anggota CeRC angkatan 2014. Rangkaian acara yang pertama yaitu pembukaan dengan membaca Bismillahirrahmanirrahim bersama-sama yang kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Saudara Muhammad Hamzah Fansuri (Angkatan 2012) yang kemudian diserahkan secara simbolis kepada Muhammad Nabil Badik Be Anva (Angkatan 2015).

IMG_5001

Selanjutnya adalah ramah-tamah alias makan-makan seluruh keluarga besar CeRC yang berkumpul menjadi satu antara angkatan 2012, 2013, 2014 dan 2015, sambil menyantap makanan juga ada canda tawa. Disitulah ada interaksi dan sebuah komunikasi yang terjalin di antara semua yang hadir disana.

IMG_5032IMG_5042

            Continue reading

Workshop Software Struktur Midas Gen 2015 – CeRC

Menindaklanjuti kegiatan Lokakarya Mata Kuliah Analisis Struktur 2014 dengan tema “Rethinking aspects of theory and tradition in Structural Analysis” yang diselenggarakan pada tanggal 23 Oktober 2014  di Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang, maka pada tahun ini kami berkeinginan menyelenggarakan pelatihan pengenalan software MIDAS Gen untuk dosen dan mahasiswa.
Kami menyadari benar apa yang disampaikan oleh pakar struktur baja Dr. Ir. Wiryanto Dewobroto, MT pada Lokakarya tahun kemarin bahwa “Keberadaan komputer dan software Analisis Struktur ternyata tidak secara otomatis menyelsaikan permasalahan di bidang perencanaan rekayasa, karena hasilnya tergantung siapa pemakainya. Adapun proses pembelajaran mata kuliah Analisa Struktur klasik adalah dalam rangka meningkatkan kompetensi insinyur. Seorang insinyur yang menguasai ilmu analisa struktur klasik (manual) atau modern (komputer) harus mempunyai kompetensi memprediksi perilaku struktur yang merupakan dasar pemahaman secara lengkap. Sehingga ketika dapat dihasilkan hasil prediksi yang saling mendukung, maka tetunya hasilnya lebih dapat dipercaya dalam memastikan bahwa perilaku struktur yang dimaksud mendekati kondisi yang sebenarnya. Setiap materi pembelajaran analisa struktur baik yang klasik maupun modern jangan ditunjukan untuk mendapat hasil perhitungan struktur yang cepat dan tepat saja, akan tetapi harus berorentasi pada pemahaman akan perilaku struktur tersebut. Sehingga proses penggabungan keduanya untuk kesuksesan proses pembelajaran tentunya tidak menimbulkan kekuatiran buruk tetapi akan terjadi sinergi antara keduanya”.
Sehingga permasalahan gap antara penguasaan Analisis Struktur  lulusan fresh graduated S1 Teknik Sipil dengan tuntutan dunia kerja diharapkan mulai dapat diminimalkan dengan kegiatan pelatihan yang mendatangkan penyedia software-software analisis dan desain struktur seperti software MIDAS Gen. Sarjana S1 Teknik Sipil tidak boleh lagi bangga menganggap dapat menguasi software program analisis struktur itu sebagai kelebihan namun sudah menjadi standar kompetensi yang harus dipenuhi.

Workshop software Midas Gen dilaksanakan pada hari Jumat, 29 Mei 2015 di Laboratorium Komputasi Jurusan Teknik Sipil UNNES dengan instruktur dari PT. Midasindo Teknik Utama Bapak Darwin Chandra, ST, MT dan Bapak Reynold Andika Pratama, ST. Workshop yang dilaksanakan selama setengah hari ini dibuka oleh Ketua Jurusan Teknik Sipil UNNES Bapak Drs. Sucipto, MT dan dihadiri oleh 50 peserta dari kalangan konsultan, dosen dan mahasiswa PTN/PTS se Kota Semarang.

Selamat untuk mahasiswa S1 Teknik Sipil UNNES angkatan 2013 dan 2014 yang tergabung dalam CeRC atas suksesnya penyelenggaraan acara Workshop Midas Gen 2015, acara penutup dimeriahkan dengan penampilan grup musik mahasiswa s1 Teknik Sipil 2012 RealistisAja.

IMG_0127E IMG_0137E IMG_0198E IMG_0166E IMG_0149E IMG_0143E IMG_5753EIMG_0276EIMG_5923E

CIVILFEST 2015 : Pelatihan software-software Teknik Sipil

Mahasiswa teknik sipil Unnes mengikuti pelatihan komputer yang terbagi dalam 6 pelatihan yaitu pelatihan ETABS sebanyak 26 mahasiswa dengan instruktur Ir. Hari Suprapto, Ms. Project sebanyak 14 mahasiwa dengan instruktur Drs. Gunadi, M.T., AutoCAD Dasar sebanyak 34 mahasiwa dengan instruktur Triono Subagio, S.Pd.,MPd, AutoCAD Lanjut sebanyak 14 mahasiwadengan instruktur Triono Subagio S.Pd., MPd SAP Dasar 35 mahasiswa dengan instruktur Hanggoro Tri Cahyo A., S.T., M.T., dan SAP Lanjut 27 mahasiswa dengan instruktur Hanggoro Tri Cahyo A., S.T., M.T.. Pelatihan itu dilaksanakan selama 1 bulan yaitu tanggal 2-27 Februari 2015 di E4-Ruang Laboratorium Komputasi Teknik Sipil Unnes.

Pelatihan diselenggarakan oleh Civil engineering Research Club (CeRC) dengan dukungan Jurusan Teknik Sipil Unnes. Pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan skill dalam mempelajari software yang ada dibidang teknik sipil. Banyak mahasiswa yang belum mengetahui software di bidang teknik sipil. Sehingga terkesan saat pertama pelatihan mahasiswa kaget, dan bingung. Tapi, lambat laun mahasiswa tertarik dan menekuni software tersebut. Terlihat dari mahasiswa yang asik dengan mengotak atik software. Dengan budaya seperti itulah yang diharapkan agar mahasiswa bisa berkompetisi dan terus belajar untuk memperdalam ilmu dibidang Teknik Sipil.

Untuk menjamin mutu saat pelatihan diadakan angket agar bisa menilai pengajaraan dan berkomentar tentang pelatihan. Sebagian besar mahasiswa sangat terbantu dengan diadakannya pelatihan tersebut karena pelatihan ini tidak setiap tahun diadakan dan tidak diajarkan sedetail ketika perkuliahan. “Saya sangat terbantu dengan diadakannya pelatihan walaupun pelatihan tersebut diadakan diminggu-minggu liburan, yang awalnya saya tidak bia dan mengenal sekarang seterlah ikut CivilFest saya bisa menjalankan dan pengoperasikan software tersebut. Terimakasih CeRC” tutur salah satu mahasiswa yang mengikuti pelatihan. Penanggungjawab pelatihan yang juga ketua Program Studi S1, Teknik Sipil juga mengajak untuk belajar, berbagi, dan bergerak bersama untuk menciptakan budaya Teknik Sipil Unnes yang lebih baik lagi.

IMG_1881EIMG_1862EIMG_1799EIMG_2513E

Dengan diselenggaranya pelatihan ini, panitia berharap semakin banyak mahasiswa yang memiliki keterampilan mengoperasikan software Teknik Sipil secara efektif. Selajutnya mahasiswa memiliki peluang luas untuk berinteraksi dalam masyarakat, termasuk dalam memperoleh pekerjaan dan berwirausaha di bidang konstruksi.

IMG_1854EIMG_1873EIMG_1887EIMG_2501EIMG_2530E

Dokumentasi : Rizki Julia Rachmawati  | rizkijulia94@yahoo.com

hamzah s1 teknik sipil 2012 | muhammadhamzahfansuri@gmail.com

Donasi untuk korban bencana longsor Banjarnegara

Penggalangan donasi untuk korban bencana longsor kali ini mengusung tema “We Do Because We Care”. Dengan dasar niat yang tulus membantu masyarakat korban bencana longsor Banjarnegara alhamdulillah kami mendapatkan donasi senilai Rp. 1.770.000,- disela-sela minggu tenang dan deadline tugas kuliah. Donasi tersebut berasal dari donasi dosen, karyawan, serta mahasiswa Teknik Sipil Unnes. Penyaluran donasi tersebut dilakukan pada tanggal 30 Desember 2014, mahasiswa yang ikut dalam penyaluran donasi yaitu Muhammad Hamzah Fansuri (Sipil ’12), Safrudin Khuzaeni Nurohman (Sipil ’12), Kurnia Dwi Anggraini (Sipil ’12), Rizki Julia Rachmawati (Sipil ’12), Yudi Sutanto (Sipil ’13), dan Anientio (Sipil ’13).

IMG_1091E20150105_142456E

Dimulai perjalanan sesuai ekspetasi yaitu 5 jam karena tidak ada macet dan pusat Desa Karangkobar TKP longsor 1 jam melewati gunung dan hutan dengan medan yang curam. Sesampainya di Desa Karangkobar disambut dengan kondisi desa yang telah diluluh lantahkan dengan longsor. Pohon-pohon yang tegak diatas tanah, rumah-rumah yang kuat diatas tanah hanyut dengan sapuan longsor. Kita seharusnya menyadari bahwa alam merupakan ciptaan Tuhan kita sebagai khalifah seharusnya menjaga serta menyeimbangkannya. Diperjalanan kami terheran-heran dengan kondisi alam berubah tidak seperti sebelumnya tetapi, ucapan subhanaalh terucap ketika kami melihat rumah yang bediri kokoh, rumah itu adalah milik ustadzah yang mengajarkan mengaji di Dusun Jemblung.

IMG_1023EIMG_1024E

Kami menuju ke posko pengungsi untuk menyalurkan donasi, sampaiknya di posko kami disambut oleh relawan BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia). Ada tiga badan relawan yang menampung bantuan salah satunya adalah BSMI. Kondisi korban mulai membaik banyak anak-anak yang menggambar sembari bermain dengan kami. Karya anak-anak tersebut ditempel di posko, hal tersebut untuk menghibur anak-anak paska longsor dan mengambalikan psikologi.

IMG_1035EIMG_1046E

Kami diantar oleh Bapak H. Agus Leo relawan dari BSMI untuk melihat kondisi yang sebenarnya dari awal sampai terjadinya longsor. Pertama kami diantar ke kuburan massal korban bencana longsor, setiap kuburan terdapat 3-5 jenazah. Kami singgah untuk berdoa agar arwah-arwahnya diterima di sisiNya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran.  Beliau menuturkan sebenarnya ada empat titik longsor di Desa Sampang dan salah satunya adalah Dusun Jemblung. Sebenarnya yang diperkirakan longsor tidaklah Dusun Jemblung karena ada salah satu dusun yang mengalami retak bagian-bagian tanah. Tetapi, diluar eskpetasi Dusun Jemblung yang longsor terlebih dahulu. Tidak lepas dari itu, dusun-dusun yang lain diharap tetap waspada apabila longsor terjadi secara tiba-tiba.

IMG_1062E

Bapak H. Agus Leo menuturkan bahwa sebelum terjadinya longsor yang besar ini, sudah terlebih dahulu terjadi longsor namun, dalam skala kecil. Tepat di hari jumat petang suara gemuruh terdengar. Dusun Jemblung terombak ambik kemudian longsor menghantam rumah-rumah yang ada di depannya. Semua datar tanpa tersisa. Puing-puing rumah berserakan, dan bangkai kendaraan hanyut di sungai.

Kejadian longsor pada hari Jumat, tanggal 12 Desember 2014 di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah diduga disebabkan oleh hujan tiga hari berturut-turut 10-12 Desember 2014, dengan dua hari terakhir memiliki intensitas sekitar 100 mm per hari. Sedangkan, hujan dengan intensitas 70 mm/jam atau 100 mm/hari memicu bencana tanah longsor di Indonesia. Dari data curah hujan harian pada bulan Desember 2014, hujan dengan intensitas rendah hingga sangat lebat telah mengguyur daerah ini selama seminggu berturut-turut yaitu tanggal 1-7 Desember. Kemudian disusul dengan hujan sangat lebat pada tanggal 10-12 Desember (BMKG, 2014).

Seperti yang dikutip dari http://www.tempo.co Minggu, 21 Desember 2014, Kepala Badan Geologi Surono menegaskan tak ada cara yang efektif untuk meminimalkan dampak di kawasan rawan tanah longsor di Banjarnegara selain mengosongkan permukiman rawan. “Karena yang paling rawan longsor, ya, yang tanahnya subur itu, kaya air, dan mudah diolah, semua menyemut tinggal di situ,” Gerakan tanah di daerah seperti Banjarnegara, terutama di kaki bukit yang curam dan banyak air, sudah terlalu sering terjadi. Bahkan sejak 1955 sudah terjadi peristiwa tanah longsor besar di Banjarmangu, Banjarnegara, yang memakan 322 jiwa. “Warga akan sulit menyelamatkan diri jika berada di longsoran zona merah.” Seperti halnya tragedi di Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, lalu yang termasuk zona merah. “Air sangat jenuh, membentuk lumpur yang gampang meloncat karena kecepatan air lumpur itu luar biasa mematikan.”

Material longsoran secara visual nampak berupa tanah lanau kelempungan dalam kondisi jenuh air yang membuat lereng seakan-akan mencair karena kehilangan kuat geser akibat penjenuhan. Diharapkan mahasiswa tidak berhenti hanya menyerahkan donasi, namun dapat meneliti sifat fisik dan mekanis tanah seperti soil propertiesnya, kekuatan geser tanah terutama residual strengthnya, distribusi butirannya, batas-batas konsistensi tanah agar pemahaman mahasiswa terhadap mekanisme longsor lebih baik lagi.

Terimakasih kepada donatur yang mempercayakan penyaluran sumbangan untuk korban bencana longsor Banjarnegara kepada kami Civil Engineering Research Club (CeRC) UNNES. (Dokumentasi : Rizki Julia Rachmawati)

———-

hamzah s1 teknik sipil 2012 | muhammadhamzahfansuri@gmail.com

Referensi :

Hanggoro W., Aldrian E., Hutapea D., Habibie N.M., Kurniawan R., Praja A.S, Nurmayati T., 2014, Hujan Ekstrim Menyebabkan Tanah Longsor Di Karangkobar, Banjarnegara, Puslitbang BMKG, Pusat Database BMKG.

http://www.tempo.co, Solusi Mbah Rono untuk Korban Longsor Banjarnegara, Minggu, 21 Desember 2014 | 06:00 WIB.